KWRI Pringsewu Ajak Insan Pers Perkuat Integritas dan Silaturahmi di Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026

Keterangan Gambar: Ketua DPC KWRI Kabupaten Pringsewu, Jamhari (Ajo), menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H serta mengajak insan pers dan masyarakat mempererat silaturahmi dan menjaga integritas.


PRINGSEWU, PEMBURUFAKTA.online
-  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Pringsewu, Lampung, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada masyarakat luas, khususnya kalangan insan pers dan para mitra kerja. Momentum hari besar keagamaan ini dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan sosial serta memperteguh komitmen dalam menjalankan peran masing-masing di tengah kehidupan bermasyarakat.

Ketua DPC KWRI Kabupaten Pringsewu, Jamhari, yang dikenal dengan sapaan Ajo, menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi titik refleksi untuk kembali kepada nilai-nilai dasar kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan sosial melalui sikap saling menghargai dan mempererat hubungan antarindividu maupun kelompok.

Dalam keterangannya, Jamhari menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat. Ia juga mengajak semua pihak untuk menjadikan hari kemenangan ini sebagai momentum memperbaiki diri serta memperkuat semangat kebersamaan.

“Atas nama keluarga besar KWRI Kabupaten Pringsewu, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kemampuan untuk terus berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis pers dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, insan pers memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya oleh publik.

Oleh karena itu, momentum Idul Fitri diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para jurnalis untuk terus menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme dalam bekerja.
Ia menjelaskan bahwa kualitas informasi yang disajikan kepada masyarakat sangat berpengaruh terhadap stabilitas sosial.

Pemberitaan yang tidak akurat atau cenderung bias berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Karena itu, ia mendorong seluruh jurnalis agar senantiasa berpedoman pada kode etik jurnalistik dalam setiap proses peliputan dan penulisan berita.

Selain itu, Jamhari juga menekankan pentingnya menjaga independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik. Ia mengingatkan agar insan pers tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan tertentu yang dapat mengganggu objektivitas pemberitaan. Dengan menjaga prinsip tersebut, pers dapat tetap menjadi sumber informasi yang kredibel dan dipercaya masyarakat.

Di sisi lain, ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Pringsewu untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif. Menurutnya, stabilitas daerah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga melalui sikap toleransi, saling menghormati, serta komunikasi yang baik antarwarga.

Ia menilai bahwa keberagaman yang ada di tengah masyarakat merupakan kekuatan yang harus dirawat. Dengan membangun rasa saling percaya dan menghargai perbedaan, masyarakat dapat hidup berdampingan secara harmonis tanpa konflik yang berarti.

Dalam konteks pembangunan daerah, Jamhari juga mendorong sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan insan pers. Ia menilai kolaborasi yang baik antar berbagai pihak dapat mempercepat tercapainya tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Pers, dalam hal ini, memiliki peran sebagai jembatan informasi sekaligus kontrol sosial yang konstruktif.

Menurutnya, hubungan yang harmonis antara media dan masyarakat akan menciptakan ekosistem informasi yang sehat. Informasi yang disampaikan secara bertanggung jawab dapat membantu masyarakat dalam mengambil keputusan serta meningkatkan partisipasi publik dalam berbagai program pembangunan.
Menutup keterangannya, Jamhari kembali mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum Idul Fitri sebagai sarana mempererat ukhuwah. Ia berharap semangat saling memaafkan dan kebersamaan yang terbangun dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk memperkuat persaudaraan. Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah awal untuk membangun kebersamaan yang lebih baik, saling mendukung, dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang damai dan sejahtera,” pungkasnya.

Ucapan yang disampaikan oleh DPC KWRI Kabupaten Pringsewu ini merupakan bagian dari upaya organisasi dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekaligus memperkuat peran pers sebagai penyampai informasi yang edukatif dan bertanggung jawab. Komitmen tersebut diharapkan dapat terus terjaga seiring dengan dinamika perkembangan media dan kebutuhan informasi publik.

(Tim Bidang Publikasi KWRI Pringsewu)